CARA MUDAH MENGUBAH NASIB

 

Memerhatikan perilaku manusia yang pada umumnya cenderung mencari rasa aman melalui perlindungan kepada hal-hal gaib dan takhayul, serta memeroleh sesuatu yang dianggap sebagai perwujudan dari pencarian yang telah mereka lakukan selama ini, berikut diilustrasikan   berbagai hal dan tindakan manusia dalam mengubah nasibnya atau “takdir” yang katanya telah ditentukan itu.

 

Banyak orang yang pada saat mengalami hambatan dalam hidupnya, misalnya : rugi dalam bisnis, rumah tangga berantakan, gangguan kesehatan, atau menghadapi banyaknya kendala dan hambatan dalam hidupnya, selalu pergi mencari “orang pintar” atau peramal nasib.

 

Manusia di dunia beraneka ragam. Ada yang sukses dan ada yang gagal. Ada yang merasa bahwa manusia di dunia ini benar-benar telah diatur nasibnya (sudah ditakdirkan) sedemikian rupa. Segala perubahan, kehilangan harta dan kedudukan, gembira dan sedih, pertemuan  dan perpisahan, semuanya dianggap tidak lepas dari pengaturan “nasib” atau “takdir”. Begitu sakti dan hebatkah “takdir” itu ? Sampai banayk orang yang selalu mencoba untuk mengubahnya, tetapi kebanyakan orang tidak mengerti caranya sehingga hasilnya sia-sia belaka. Ada yang pergi meramal nasibnya yang kurang bagus, selalu bertanya apakah ada cara untuk mengubahnya ? jawabannya selalu “ada” atau “ada-ada saja”.

 

MENGUBAH HONG-SUI, APAKAH DAPAT MENGUBAH NASIB ???

 

Kecenderungan yang terus berkembang di masyarakat hingga saat ini adalah jika melihat orang-orang yang menemui kehidupan kurang baik, kurang sukses, atau dikatakan menemui nasib sial, maka mereka sering mengatakan bahwa lebih baik Anda mengubah hong shui (tata letak). Begitu mudahkah nasib untuk diubah dan benarkah pendapat demikian ?

 

Pendapat demikian dapat dikatakan benar, apabila yang “katanya” hong shui dapat membuat orang menjadi kaya, yang sakit-sakitan menjadi sehat, dagangan sepi menjadi ramai, rumah tangga yang berantakan menjadi akur, dan banyak lagi lainnya. Namun di sisi lain sering dikatakan pula bahwa “tanah hoki ditempati orang hoki”, yang artinya di dunia ini di mana pun ada tempat bagus. Dengan kata lain, orang yang hokinya kurang, tidak akan bisa menempati tempat yang hong-shui nya bagus. Dari mana datangnya hoki ???

Hasil dari perbuatan baik pada kehidupan lampau, atau

Hasil dari perbuatan baik pada kehidupan sekarang

Jadi yang bisa mengubah nasib bukanlah hong-shui tetapi “KARMA” atau SEBAB- AKIBAT. Hong-shui dapat diibaratkan sebagai aksesoris wanita yang digunakan untuk mempercantik diri, oleh karena itu, apakah seorang wanita cantik jelita tanpa aksesoris wanita akan terlihat jelek ? Lalu, apakah seorang wanita yang kurang cantik mengenakan aksesoris bagus akan terlihat jadi cantik menawan ? Jawaban nya serahkan kepada pembaca sekalian dengan merenungkan uraian berikut ini.

 

Ilmu hong-shui yang sudah lama terkenal dari zaman ke zaman, dipercaya dapat membantu untuk mengubah nasib. Melihat hal itu, setelah diselidiki lebih mendalam, ternyata ilmu hong-shui memiliki hubungan dengan KARMA. Misalnya :

 

*      Ahli hong-shui ingin membantu orang yang sangat miskin untuk mengubah nasib nya menjadi lebih baik dengan cara mengubah hong-shui rumahnya dan memberikan petunjuk kepadanya dengan biaya semurah mungkin. Namu petunuk tersebut hanya dianggap angina lalu karena orang itu miskin dan tak punya dana untuk mengubah hong-shui rumahnya. Inilah yang disebut KARMA baiknya belum berbuah sehingga tidak dapat memetik nasihat baiknya untuk mengubah nasibnya.

*      Ada yang khusus untuk minta tolong mengubah hong-shui rumahnya , akan tetapi saat dilihat rumahnya, rumah tersebut sudah tidak dapat dilakukan perubahan karena berbagai factor. Ini yang dikatakan orang tersebut belum berjodoh atau KARMA BAIKNYA belum berbuah dalam bentuk memiliki rumah yang baik.

*      Ada juga yang karma baiknya balum tiba untuk mengubah hong-shui rumahnya, tetapi begitu saatnya tiba, mendadak timbul pikiran untuk mengubahnya atau karena perubahan lingkungan di tempat tinggalnya.

*      Anehnya lagi, adanya pembangunan di sekitar rumah seseorang yang membawa akibat hong-shui rumah tersebut menjadi berubah. Adanya suatu pembangunan di depan rumah seseorang yang berakibat hong-shui seseorang menjadi baik atau buruk sangatlah tergantung dari KARMA LAMPAU masing-masing

 

Jadi semua ini tidak terlepas dari karma lampau dan karma baru yang mengkondisikan berbuahnya karma lampau.

 

CARA MENANAM KEBAJIKAN

 

Walaupun kita tidak dapat merubah nasib dan takdir kita secara 100% dan keseluruhan, tetapi kita masih dapat menolong orang disekitar kita yang sedang mengalami masalah. Yaitu kita dapat menanam kebajikan kepada semua orang yang ada disekitar kita. Dan dengan demikian mereka akan merasa sedikit terlepas dari masalah nya. Dengan demikian kita akan mendapat reaksi positif dari orang-orang yang telah kita tolong.

 

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa berbuat amal harus mengeluarkan banyak uang. Pendapat demikian salah besar. Perbuatan amal dengan mengeluarkan uang memang bisa saja dilakukan, misalnya : mendirikan rumah saki, sekolah, panti jompo, panti asuhan, berdana uang untuk fakir miskin, berdana obat-obatan, membangun jembatan dan jalan, menyumbang lampu untuk penerangan, menyumbang pakaian untuk orang miskin, menyumbang peti mati, membangunan dan merenovasi rumah ibadah, mencetak buku Dhamma atau Paritta, serta  melepas makhluk hidup(Fang Sen)

 

Namun perbuatan amal tanpa harus mengeluarkan uang juga bisa dilakukan, misalnya : menjadi juru damai untuk orang yang sedang bersengketa, tidak turut menceritakan keburukan orang lain, menyebarkan ajaran kebajikan, membabarkan Dhamma, memungut benda-benda berbahaya dari jalanan (kulit pisang, paku, dan lainnya), menuntun (orang tua, anak kecil, orang buta, orang cacat menyebrang jalan atau naik kendaraan umum), memberi tempat duduk kepada orang tua atau orang hamil, memberi semangat kepada orang yang putus asa, membuat rujuk keluarga yang sedang bertengkar atau mengalami masalah, menasehati orang untuk meninggalkan jalan sesat, memaafkan kesalahan orang lain, membaca Paritta, mendonorkan darah, dan lain-lain.

 

Berbuat amal kebajikan tidaklah diukur dari besar kecilnya uang atau perbuatan yang dilakukan, tetapi kerelaan dan ketulusan dalam melakukan tindakan tersebut. Misalnya, si kaya menyumbang satu juta rupiah dengan niat yang tulus, bagi si kaya ini adalah uang kecil. Sedangkan, si miskin menyumbang seratus ribu rupiah, yang merupakan uang besar baginya, karena dapat menghidupi merekan selama beberapa hari. Jika kerelaan dan ketulusan keduannya benar-benar setara, jasa kebajikan si miskin boleh dikatakan setara dengan si kaya.

 

Dalam kasus lain, misalnya Adan B memiliki kekayaan yang sama. Setelah berdana, A selalu memikirkan hasil atau jasa kebajikan yang telah di lakukannya, sedangkan B tidak pernah menaruh pamrih atas segala yang telah didanakannya. Dalam hal ini jasa kebajikan B lebih besar disbanding A. ada kata bijak mengatakam : “Di mana tidak ada pamrih, disana ada kebajikan yang besar”. Dari contoh diatas, terlihat jelas bahwa jasa kebajikan si kaya tidak selalu besar dari si miskin.

 

Sumber : Buku Seri Dharma Putra Indonesia & Ehipassiko Foundation

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s