Peran Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Negara Berkembang

Di sini penulis mengupas bagaimana pentingnya membuat kebijakan pada pendidikan, sains, dan teknologi perlu menjadi prioritas di Indonesia dalam menstimulasi dan mensupport perkembangan riset dan teknologi global. Dalam hal ini kita melihat perbandingan bagaimana peran pendidikan, sain, dan teknologi di negara maju dengan berkembang.

Terdapat perbedaan mendasar antara negara maju dan berkembang, pada umumnya perbedaan tersebut dikaitkan dengan factor peradaban manusia seperti social, budaya, ekonomi, sejarah, politik, hubungan internasional, dan letak geografis. Meskipun demikian factor-faktor tersebut tidak mampu menjelaskan secara signifikan perbedaan mendasar dari kedua negara tersebut. Perbedaan mendasar yang sangat penting digarisbawahi adalah dalam hal infra struktur ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu menciptakan perbedaan level social dan ekonomi diantara kedua negara maju dan berkembang.

Negara Maju Diimbau Bantu Pendidikan
dan Kesehatan Negara Berkembang

Wakil Presiden (Wapres) Hamzah Haz, mengatakan negara maju dan kuat belum banyak memberikan bantuan pendidikan dan kesehatan kepada negara berkembang. Untuk itu, ia mengimbau agar negara maju tersebut membantu dana pendidikan dan kesehatan negara berkembang.
Wapres Hamzah Haz mengatakan hal itu ketika membuka ”Pertemuan Tahunan VIII Negara-negara Anggota Kerja Sama Selatan-Selatan Bidang Kependudukan dan Pembangunan” di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (15/10).
”Coba diimbau dari kerja sama selatan-selatan ini dapat membantu dana pendidikan dan kesehatan negara berkembang,” ujarnya.
Menurut Wapres, bidang pendidikan dan kesehatan ini sangat penting, sehingga ada keseimbangan antara satu negara dengan negara yang lain. Tanpa keseimbangan misalnya dalam hubungan perdagangan, katanya, bisa memicu persoalan baru.
”Tanpa melihat kelemahan-kelemahan, maka negara berkembang, terutama di selatan-selatan akan makin kecil peranannya dalam globalisasi. Kita khawatir, globalisasi hanya menggulung negara berkembang, karena kemajuan teknologinya sangat terbatas. Itu bisa picu konflik baru dalam dunia internasional dan tanda-tandanya sudah mulai kelihatan,” jelas Wapres Hamzah.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s