GM Indonesia Atasi Krisis Global

Analisa Krisis Global
GM Indonesia Atasi Krisis
Jumat, 10 Oktober 2008 00:12 WIB
8456 Reads
2008_10_10_12_41_27_mukiat3.jpgSumber: asco.co.id

Krisis finansial yang sedang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa yang ditengarai akan memicu gejolak ekonomi dunia ditanggapi berbagai kalangan nasional dengan analisa berbeda. Pemerintah Indonesia sendiri menilai kondisi ekonomi dunia yang sekarang sedang berlangsung tak perlu terlalu dikawatirkan akan mengimbas ekonomi nasional secara fundamental.

Bahkan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom, Rabu (8/10), di Jakarta menjelaskan, gejolak pasar keuangan dan pasar modal domestik tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena masih sejalan dengan pergerakan pasar global.

Padahal, dalam beberapa hari ini dampak krisis di AS sudah mulai terasa di perdagangan saham di Jakarta. Para analis bursa saham menyarankan agar pemerintah segera melakukan aksi nyata menyikapi para spekulan yang berusaha mencari untung dan merusak pasar.

Menyikapi kondisi ekonomi nasional akibat dampak dari gejolak situasi dunia yang terjadi sekarang ini, Kamis (9/10), Managing Director GM AutoWorld Indonesia (ATPM Chevrolet) Mukiat Sutikno menyatakan pendapatnya. Analisa Mukiat ini sekaligus mewakili suara raksasa bisnis kendaraan asal AS di Indonesia.

Berikut kutipan siaran berita tanya-jawab yang dikirimkan GM AutoWorld Indonesia kepada redaksi SmartDrive.co.id

GM melihat kondisi situasi ekonomi belakangan ini:
Sangat prihatin dan saya hanya bisa berharap pelaku pasar dan industri serta pebisnis supaya tidak melakukan langkah-langkah yang panik. Keputusan dalam kepanikan akan menimbulkan multiplier effect yang lebih negative lagi di pasar.

Pendapat GM tentang hal paling berpengaruh antara situasi sekarang dengan bisnis otomotif di dalam negeri:
Naiknya suku bunga BI rate ke angka 9.5 % akan menciptakan sentimen negative di pasar khususnya di otomotif. Daya beli pasti akan menurun.

Alasan keterkaitan pengaruh krisis global terhadap Indonesia:
Khusus untuk Indonesia sekitar 80% pembelian kendaraan dilakukan dengan cara kredit. Perhitungan suku bunga sangat menentukan keputusan membeli masyarakat.

Analisa segmen kendaraan yang akan terkena dampak paling besar:
Semua segmen pasti terkena dampak penurunan volume. Namun yang paling besar adalah segmen kendaraan dengan harga 200 juta ke bawah.

Dampak terhadap industri otomotif di Indonesia:
Menghasilkan multiplier effect yang terlalu jauh, khususnya bagi perusahaan otomotif yang memiliki assembling di sini. Kita akan merasakan penurunan pendapatan dan kesejahteraan pekerjanya. Hal ini terjadi karena jam kerja atau jam produksi akan dikurangi seiring menurunnya permintaan pasar. Tidak mustahil, dalam kondisi yang lebih buruk dari saat ini, perusahaan akan mengurangi tenaga kerja. Situasi ini akan sangat tidak menguntungkan.

Dampak bagi Chevrolet sebagai produk asal Amerika Serikat:
Kami tidak akan tinggal diam. GM tetap committed untuk membangun merek Chevrolet di Indonesia dengan aktivitas-aktivitas yang lebih kreatif di segi sales, marketing & aftersales.

Strategi GM mengantisipasi dampak krisis global:
Sebagai contoh, kami akan semakin pro–aktif melakukan pendekatan kepada mitra kami, para perusahaan Banking dan Finance, untuk dapat memberikan kemudahaan bagi selected potential customers kami dalam membeli mobil Chevrolet.

Strategi kenaikan harga produk:
Dalam waktu dekat kenaikan harga pasti ada, namun bersifat progresif. Mengenai seberapa besar dan kapan? Akan kami umumkan dalam waktu dekat.

Tentang rencana investasi GM di Indonesia:
Belum ada perubahan tentang rencana itu. Studi dan persiapan investasi masih berjalan normal. Kami tetap optimis dalam kondisi sekarang ini—walau mesti diwaspadai—akan dapat dilalui dengan baik dan recovery secara cepat saya rasa bukan sesuatu yang mustahil.

Keadaan global market seperti ini pasti akan membaik. Namun seberapa cepat market recovery ke posisi sebelumnya, tergantung dari keseriusan semua pebisnis dan juga pemerintah dalam membangkitkan optimisme market.

Saran GM untuk pemerintah menghadapi situasi krusial:
Situasi sekarang ini memang tidak mudah bagi pemerintah mengingat setiap action pasti ada consequences pluses & minuses-nya (konsekuensi plus minus). Tetapi saya berharap pemerintah dapat melakukan langkah-langkah strategis dalam mencermati setiap kebijakan-kebijakannya, sehingga nilai positifnya akan lebih banyak dibandingkan dengan nilai negatifnya, seperti menekan kenaikan suku bunga.(wis)

<!–

Image Gallery

–>

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s