MANISAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cotonii)

 

Rumput laut (Eucheuma cotonii) biasanya dibuat campuran es teler. Pada penelitian ini dikaji efek penambahan larutan gula dengan konsentrasi gula dari 15 – 25% dan lama perendaman dalam air selama 1 – 3 hari. Prosedur penelitian secara garis besar adalah: rumput laut kering direndam air sesuai dengan perlakuan lama perendaman.

Pemilihan perlakuan bisa disesuaikan dengan lama perendaman yang optimal untuk jenis rumput laut yang berbeda. Rumput laut basah di potong-potong sesuai keinginan. Dicuci dalam air matang. Larutan gula sesuai dengan konsentrasi yang diinginkan , ditambah sitrat, pengawet, konsentrasi tertentu. Lalu ditambahkan air, dipanaskan dan didinginkan. Larutan medium manisan ini sebelum dikemas dalam cup, ditambah dulu essen sesuai yang diinginkan (frambozen, misalnya. Medium dimasukkan dalam cup plastik 300 cc (regular size), plus potongan rumput laut. Bisa juga dimasukkan pewarna food grade.

 Manisan rumput laut masih diterima panelis sampai hari ke 15. penyimpanan setelah hari ke 30 pada suhu kamar produk sudah basi. Tidak ada pengaruh lama perendaman dalam air dengan perbedaan konsentrasi larutan gula terhadap uji sensoris yang dilakukan. Manisan ini pada hari ke 1 memiliki TPC (koloni/g) 6,1 X 10 4, setelah 15 hari 8,2 X 10 4 meningkat menjadi 5,4 X 10 5 koloni/g) setelah 30 hari.

Manisan rumput laut memiliki karakteristik fisiko-kimia dan organoleptik pada hari ke 1 : gula reduksi 0,84%, TPT 17,06 o Brix, pH 4,99, abu 3,20%, serat kasar 1,24%, rasa sangat suka, aroma netral, kenampakan agak tidak suka, tekstur suka. pH medium 4,90.

 

Kajian Konsentrasi Gula Lontar dan Lama Perendamannya Terhadap Mutu

Manisan Kering Rumput Laut

 

Johanes Letelay

 

ABSTRAK

 

Manisan merupakan produk olahan yang terbuat dari berbagai jenis buah dan sayuran, digunakan sebagai bahan pencui mulut serta digemari oleh lapisan masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa karena mempunyai rasa dan flavor yang khas. Manisan juga dapat dibuat dari rumput laut jenis Eucheuma spp. Kajian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gula lontar dan lama perendaman terhadap mutu manisan kering rumput laut.

Percobaan ini didesain secara faktorial yang terdiri dari : konsentrasi gula: 50%, 100% dan 150% sedangkan lama perendaman adalah 6 jam, 12 jam dan 18 jam. Parameter yang diamati meliputi: kadar sukrosa, kadar air, warna, rasa dan tekstur (kekenyalan). Hasil kajian menunjukkan bahwa konsentrasi gula lontar dan lama perendaman berpengaruh terhadap mutu manisan rumput laut.

Perlakuan yang terbaiki adalah konsentrasi gula lontar 100% dan lama perendaman 18 jam dengan rata-rata tingkat kesukaan 3,6 dengan kategori suka. Rata-rata nilai penerimaan warna 3,6 ke arah coklat, dan rata-rata tekstur atau kekenyalan 5,03. kadar sukrosa 4,98% dan kadar air 27,7%.

Kata kunci : Rumput laut, gula lontar, manisan

 

USAHA PRODUK OLAHAN SEDERHANA RUMPUT LAUT

Produk olahan sederhana rumput laut terdiri dari tiga produk yaitu cendol, manisan dan puding. Salah satu keistimewaan hasil olahan tersebut terletak pada bentuk rumput laut yang masih seperti aslinya. Ketiga produk ini tidak hanya dikomsumsi sendiri, tetapi dapat juga menjadi salah satu sumber penghasilan.

Bahan yang dipakai pembuatan ini adalah Euchemuma cotonii yang telah dikeringkan. Pengeringan bahan tersebut telah dikerjakan oleh petani rumput laut. Caranya, rumput laut yang baru saja dipetik dicuci dengan air tawar sambil dibersihkan dari segala kotoran, baik pasir, kerang, karang ataupun jenis rumput yang lain. Setelah itu baru dikeringkan sampai benar-benar kering. Rumput laut ynag telah dikeringkan dapat disimpan sampai berbulan-bulan bahkan sampai satu tahun.
Pengolahan rumput laut menjadi cendol, manisan dan puding mempunyai langkah dasar yang sama. Langkah-langkah itu adalah sebagai berikut.

  1. Rumput laut kering direndam dalam air tawar selama 2 – 3 hari. Lamanya perendaman tergantung dari umur rumput laut. Rumput laut yang tua direndam lebih lama dibandingkan yang muda. Namun, rumput laut yang tua hasil akhirnya lebih baik karena tidak terlalu lembek atau terlalu halus.
  2. Air diganti tiap pagi dan sore hari. Pada waktu mengganti air, rumput laut sejakigus dicuci dari kotoran-kotoran yang mungkin masih ada. Perendaman di hentikan bila rumput laut telah dapat diputus dengan kuku jari.
  3. Rumput laut ditiriskan.
  4. Setelah itu dipotong-potong sekitar 2 cm.

Langkah selanjutnya tergantung dari produk yang akan dihasilkan, apakah akan dibuat cendol, manisan atau puding.

A. Pembuatan Cendol

  1. Rumput laut yang telah dipotong, disiram dengan air hangat + 15 menit. Penyiraman tidak harus memakai air hangat yang baru, air hangat bekas pun dapat dipakai kembali asal masih hangat.
  2. Rumput laut ditiriskan.
  3. Apabila menghendaki rumput laut warna hijau atau merah dapat dicampur dengan pasta pandan. Akan tetapi bila menginginkan warna putih tidak perlu diberikan campuran seperti itu. Setelah tiris dapat segar dicampur dengan santan dan air gula merah

B. Pembuatan Manisan

  1. Setelah dipotong, rumput laut dimasukkan ke dalam larutan gula. Perbandingan jumlah gula dan rumput laut basah adalah 1 : 1.
  2. Perendaman di dalam larutan gula kira-kira 5 – 10 menit. Setelah itu ditiriskan.
  3. Seperti pembuatan cendol, bila ingin warna selain putih dapat diberi pasta pandan. Pemberian dapat juga dilakukan sebelum direndam dalam larutan gula. Namun, larutan gula akan menjadi berwarna sehingga hanya dapat dipakai untuk rumpu t laut yang sewarna. Pemberian warna harus merata agar menarik konsumen bila hendak diperdagangkan.

C. Pembuatan Puding

  1. Rumput laut yang telah dipotong, direbus dengan air dan susu cair. Banyaknya susu kira-kira satu kaleng untuk 1 kg rumput laut basah atau sesuai dengan selera
  2. Agar rasa puding lebih nikmat dapat juga ditambahkan sedikit gula, vanili, dan garam. Pasta pandan diberikan bila ingin warna selain putih.
  3. Setelah mendidih, segera diangkat dan dituang dalam cetakan-cetakan

D. Pengepakan

Pengolahan di atas masih kurang lengkap jika akan dipasarkan. Harus disediakan tempat atau wadah untuk menyajikannya. Wadah yang dipakai sebaiknya yang terbuat dari plastik, karena para konsumen dapat melihat langsung isi di dalamnya. Perlu ingat, bahwa daya tarik olahan ini terletak pada bentuk rumput laut yang seperti aslinya. Ukuran wadah dapat bermacam-macam sesuai dengan harga yang diberikan. Setelah manisan dan pudding dimasukkan dalam wadah plastic, segera ditutup dan diplester sehingga benar-benar rapat. Dalam kemasan seperti itu serta disumpan dalam lemari pendingin, manisan dapat bertahan sekitar satu bulan. Dengan perlakuan yang sama, pudding dapat bertahan sekitar satu minggu. Cendol juga dimasukkan dalam wadah plastik, tetapi disertai dengan santan dan air gula jawa sebagai pelengkapnya.

 

PENGOLAHAN RUMPUT LAUT

I. Pembuatan Rumpul Laut (Pengolahan Menjadi Bahan Baku)

Rumput laut akan bernilai ekonomis setelah mendapat penanganan lebih lanjut. Pada umumnya penanganan pascapanen rumput laut oleh petani hanya sampai pada penggeringan saja. Rumput laut kering masih merupakan bahan baku yang harus diolah lagi. Pengolahan rumput laut kering dapat menghasilkan agar-agar, keraginan atau algin tergantung kandungan yang terdapat di dalam rumput laut. Pengolahan ini kebanyakan dilakukan oleh pabrik maupun sebenarnya dapat juga oleh petani. Pengolahan rumput laut menjadi bahan baku telah banyak dilakukan para petani. Hasil yang diperoleh sesuai standar perdagangan ekspor. Untuk itu, akan lebih baik bila penanganan dilakukan secara hati-hati dan diawasi oleh suatu perusahaan.

Langkah-langkah pengolahan rumput laut menjadi bahan baku (rumput kering) adalah sebagai berikut :

  • Rumput laut dibersihkan dari kotoran, seperti pasir, batu-batuan, kemudian dipisahkan dari jenis yang satu dengan yang lain.
  • Setelah bersih, rumput laut dijemur sampai kering. Bila cuaca cukup baik, penjemuran hanya membutuhkan 3 hari. Agar hasilnya berkualitas tinggi, rumput laut dijemur di atas para-para dan tidak boleh ditumpuk. Rumput laut yang telah kering ditandai dengan keluarnya garam.
  • Pencucian dilakukan setelah rumput laut kering. Sebagai bahan baku agar-agar rumput laut kering dicuci dengan air tawar. Sedangkan untuk menjadi karaginan dicuci dengan air laut. Setelah bersih rumput laut dikeringkan lagi kira-kira 1 hari. Kadar air yang diharapkan setelah pengeringan sekitar 28 %. Bila dalam proses pengeringan hujan turun, maka rumput laut dapat disimpan pada rak-rak tetapi diusahakan diatur sedemikan rupa sehingga tidak saling tindih.Untuk rumput laut yang diambil keraginannya tidak boleh terkena air tawar karena air tawar dapat melarutkan karaginan.
  • Rumput laut kering setelah penggeringan kedua, kemudian di ayak untuk menghilangkan kotoran yang masih tertinggal

Pengepakan dan Penyimpanan
Rumput laut yang bersih dan kering dimasukkan ke dalam karung goni. Caranya dengan dipadatkan atau tidak dipadatkan. Bila dipadatkan dalam satu karung dapat berisi 100 kg, sedangkan tidak dipadatkan hanya berisi 60 kg. Rumput laut yang dapat diekspor di bagian karungnya dituliskan nama barang (jenis), nama kode perusahaan, nomor karung dan berat bersih. Pemberian keterangan ini hanya untuk memudahkan proses pengecekan dalam pengiriman.

Standar Mutu
Indonesia telah mengekspor rumput laut kering dari marga Eucheuma, Gelidium, Gracilaria dan Hypnea. Rumput laut yang dikirm harus memenuhi syarat standar mutu yang telah ditetapkan.

** Informasi berikutnya tentang rumput laut, Pengolahan Menjadi Agar-Agar. **

MANFAAT RUMPUT LAUT, CEGAH KANKER DAN ANTIOKSIDAN


RUMPUT LAUT BAHAN PANGAN LEZAT MULTI KHASIAT
Penulis: Budi Sutomo

 

Trend gaya hidup sehat dengan pola makan tinggi serat semakin membudaya di masyarakat kita. Karenanya rumput laut sebagai “ratu serat” juga semakin menanjak popularitasnya. Tak Cuma itu, khasiatnya yang beragam semakin menambah daya tarik tanaman dari dasar samudera ini.

SEKILAS TENTANG RUMPUT LAUT

Sebagai bahan pangan, rumput laut telah dimanfaatkan bangsa Jepang dan Cina semenjak ribuan tahun yang lalu. Sebenarnya apa rumput laut itu?. Rumput laut merupakan tumbuhan laut jenis alga, masyarakat Eropa mengenalnya dengan sebutan seaweed. Tanaman ini adalah gangang multiseluler golongan divisi thallophyta. Berbeda dengan tanaman sempurna pada umumnya, rumput laut tidak memiliki akar, batang dan daun. Jika kita amati jenis rumput laut sangat beragam, mulai dari yang berbentuk bulat, pipih, tabung atau seperti ranting dahan bercabang-cabang. Rumput laut biasanya hidup di dasar samudera yang dapat tertembus cahaya matahari. Seperti layaknya tanaman darat pada umumnya, rumput laut juga memiliki klorofil atau pigmen warna yang lain. Warna inilah yang menggolongkan jenis rumput laut. Secara umum, rumput laut yang dapat dimakan adalah jenis ganggang biru (cyanophyceae), ganggang hijau (chlorophyceae), ganggang merah (rodophyceae) atau ganggang coklat (phaeophyceae).

HASIL OLAH RUMPUT LAUT
Beragam hasil olah rumput laut dapat dijumpai di pasaran, mulai dari yang kering, bubuk maupun yang segar. Berikut beberapa diantaranya: Nori dibuat dari rumput laut yang dihaluskan. bubur rumput laut ini kemudian dihamparkan dengan ketebalan yang sangat tipis. Proses selanjutnya dikeringkan sehingga bentuknya lembaran menyerupai kertas. Nori banyak digunakan pada masakan Jepang, mulai dari pembungkus sushi, udang gulung atau rollade goreng. Pilih nori yang lentur, kering dan warnanya hitam mengkilat. Sejenis ganggang laut yang dikeringkan. Kombu adalah bahan dasar membuat kaldu pada masakan Jepang. Setelah direbus kuahnya untuk kaldu dan kombunya digunakan untuk isi soup, salad atau tumisan. Sedangkan wakame, bentuknya hampir menyerupai kombu, biasanya digunakan untuk campuran salad, isi soup atau campuran mie. jangan merebus wakame lebih dari satu menit untuk mendapatkan citarasa yang maksimal. Diperoleh dari rumput laut segar, kemudian dicuci, direbus dan diolah dengan larutan gula sebagai pengawetnya. Citarasanya menyegarkan dan teksturnya kenyal juga renyah, sangat cocok untuk campuran es, pudding dan aneka dessert. Proses membuat agar-agar sangat panjang. Tahap pertama pemilihan jenis rumput laut yang akan digunakan, yaitu jenis gracilaria sp atau gelidium sp. Slanjutnya proses pemecahan dinding sel, pemasakan(ekstrasi) sampai pada pengeringan. Dipasaran banyak dijumpai agar-agar dalam aneka bentuk, baik yang batangan maupun serbuk.

GIZI TERKANDUNG DAN MANFAATNYA

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa rumput laut adalah bahan pangan berkhasiat, berikut beberapa diantaranya: Klorofil pada gangang laut hijau dapat berfungsi sebagai antioksidan. Zat ini membantu membersihkan tubuh dari reaksi radikal bebas yang sangat berbahaya bagi tubuh. Para Ilmuwan Jepang mengungkap, ekstrak rumput laut dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Bagi pengidap stroke, mengkonsumsi rumput laut juga sangat dianjurkan karena dapat menyerap kelebihan garam pada tubuh. Kandungan serat(dietary fiber) pada rumput laut sangat tinggi. Serat ini bersifat mengenyangkan dan memperlancar proses metabolisme tubuh sehingga sangat baik dikonsumsi penderita obesitas. Karbohidratnya juga sukar dicerna sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama tanpa takut kegemukan.

Nori:

Kombu dan Wakame

Manisan Rumput Laut

Agar-agar

Antikanker Penelitian Harvard School of Public Health di Amerika mengungkap, wanita premenopause di Jepang berpeluang tiga kali lebih kecil terkena kanker payudara dibandingkan wanita Amerika. Hal ini disebabkan pola makan wanita Jepang yang selalu menambahkan rumput laut di dalam menu mereka.

Antioksidan

Mencegah Kardiovaskular

Makanan Diet

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Manisan kering
Proses pembuatan manisan rumput laut kering yaitu rumput laut yang telah dicuci dan ditiriskan, ditambah gula dengan perbandingan 1:2 (gula:rumput laut), asam sitrat 0,5% dan natrium benzoat sebanyak 0,1-0,2% serta pasta 1%. rumput laut tersebut kemudian dibiarkan pada suhu kamar selama satu hari sampai gula meresap ke dalam rumput laut sampai konsentrasi gula cukup tinggi. Setelah dibiarkan selama satu hari, rumput ;laut tersebut kemudian dijemur di bawah sinar matahari sampai agak mengering. setelah itu, rumput laut ditaburi dengan gula pasir dan diperoleh manisan kering rumput laut.

Manisan basah
Pada prinsipnya proses pembuatan manisan rumput laut basah sama dengan manisan rumput laut kering. Perbedaannya, pada manisan basah, gula dilarutkan/ direbus dalam air dengan perbandingan 1:1. Untuk mendapatkan larutan gula yang jernih dapat dibersihkan dengan putih telur. Air gula kemudian didinginkan, dan ditambahkan asam sitrat 0,5%, natrium benzota 0,1-0,2%, serta pasta 1%. Rumput laut yang sudah direndam kemudian dimasukkan dalam larutan gula dengan perbandingan 1:1. Manisan basah dapat dikemas dengan gelas plastik atau wadah lainnya sehingga lebih menarik

About these ads

1 Komentar

  1. versi bahasa inggrisnya mana??????


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.